Page

Rabu, 03 Oktober 2012

Trend Teknologi part I of all

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Alohaa para pembaca yang dirahmati ALLAH SWT. Jumpa lagi bersama ane si newbie blogger di sini :) Nah pada kesempatan kali ini, ane akan mengulas kembali artikel mengenai trend tekno terkini #fightt "berhubung artikel yang lalu itu ternyata kurang sesuai atau langsung saja tidak cocok dengan hasil yang diinginkan (><,") #ngulangduluyak yuhuu" :: yang ditugaskan kan mengenai konsep trend tekno terkini bukan mengenai kasus/produknya, jadi artikel yang kemaren bisa dipastiin kalo artikel tersebut 100% aslik kasus dan produk trend tekno terkini :D ::
Sebelum ane mulai mengulas artikel yang berikutnya maka hal-hal awal yang harus diketahui adalah bahwa konsep trend tekno terkini yang dimaksudkan oleh Kakak Dosen "Reza Maulana (RezaMaulanaM) on Twitter", yakni berupa seperti : Cloud Computing, Ubiquitos Computing, Ambient Computing, RFID (Radio Frequency IDentification), Framework, Augmentd Reality, dkk nya lagi..
Wokeeh, untuk mempersingkat waktu maka langsung saja kepada ulasan pembahasan artikel yang dimaksudkan "semoga hal ini sudah benar adanya #asmywish aamiin", etapi pada kesempatan ini sepertinya ane cuma membahas tentang beberapa penggunaan RFID #disadurdariberbagaisumbersih dan untuk lebih lanjutnya lagi, silakan nanti berjelajah langsung di dunia pergooglean saja yah :))
Selamat membaca... :)


WAW! Teknologi Baru Pelacak Isi Perut



Kolom-Inspirasi, Jakarta - Teknologi RFID telah diterapkan pada berbagai perangkat elektronik. Dan kini RFID dapat melacak isi perut Anda.

Radio-frequency identification (RFID) adalah teknologi yang menggunakan gelombang radio untuk mentransfer data atau informasi suatu benda untuk tujuan identifikasi.
      Tapi sekarang RFID dapat memindai saluran pencernaan Anda dan mengidentifikasi apapun yang Anda makan serta seluruh proses pencernaan yang terjadi.
Bentuknya adalah chip tanpa baterai atau sirkuit, yang jika didekatkan dengan alat pembaca RFID, maka alat ini akan menampilkan kode identifikasi.
      Ukurannya kecil dan dapat ditelan. Jika Anda menelan chip ini, ia akan terurai asam perut Anda, dan menjadi logam yang tidak berbahaya bagi tubuh.
Teknologi RFID ini diterapkan dalam NutriSmart, sebuah konsep pemindaian alat pencernaan yang berfungsi melacak nilai nutrisi atau alergi terhadap makanan tertentu.
      Alat ini bermanfaat mengingatkan Anda berapa banyak gula atau lemak jenuh yang telah Anda konsumsi. Datanya identifikasinya dapat Anda ketahui dengan mudah, dikirim ke ponsel atau dicetak di atas kertas. Dengan alat ini, Anda akan semakin sadar kesehatan. [inilahdotcom-mor]

Sumberhttp://kolom-inspirasi.blogspot.com/waw-teknologi-baru-pelacak-isi-perut.html

Teknologi RFID dengan Kategori Teknologi Perpustakaan


Aplikasi System Teknologi Berbasis RFID pada Perpustakaan

RFID adalah singkatan dari Radio Frequency Identification yang secara umum terdiri dari 2 bagian yaitu RFID tag dan RFID reader. RFID Tag (biasanya juga disebut transponder) berisi microchip dengan memory terbatas dan antenna micostrip, berfungsi menyimpan ID dan informasi yg terbatas. Bentuk RFID tag banyak sekali mulai dari kartu plastik (seperti kartu ATM), gantungan kunci, stiker, sampai micro capsule yang disuntikkan ke badan hewan ternak. RFID reader juga beragam bentuk dan keperluannya. RFID reader ini menangkap dan mengubah gelombang radio dari tag RFID dengan jarak tertentu, mengolah dengan atau tanpa bantuan komputer menjadi informasi digital yang berguna. Standard RFID bermacam – macam, Mifare, Desfire, JCOB, ICODE SLI, dsb. Setiap aplikasi tersedia standard RFID yang cocok.
     Saat ini Teknologi RFID telah mencapai taraf “mature technology ” yaitu teknologi yang berkembang dengan baik dan matang. Kemampuan daya tahan , kehandalan (reliability) teknologi ini dapat dengan cepat di implementasikan pada institusi pendidikan yang telah berjalan dalam waktu lama (existing system) ataupun yang baru berjalan (new system).
Performa dan kinerja proses administrasi dan pendidikan serta merta lebih efektif, efisien dan meningkat, dibarengi dengan meningkatnya image institusi pengguna teknologi / system berbasis RFID, sebagai institusi yang mengerti dan menerapkan teknologi tinggi.
     Secara umum dibandingkan dengan teknologi barcode dan pita magnetik, teknologi RFID memiliki keunggulan sbb :
1. Keamanan yang lebih tinggi
Setiap RFID tag memiliki password / pin utk akses memori, bahkan untuk RFID yang lebih advance disediakan proses enkripsi/ penyandian-pengkodean secara mandiri dalam setiap tagnya
2. Memori yang lebih besar
RFID tag berbahan dasar silikon yang memang dapat menjadi media penyimpan yang effektif dan besar dibanding media gambar garis (barcode) atau media magnet (magnetic stripes)
3. Kemampuan akses dalam posisi yang lebih jauh dan baik
Jarak proses (baca dan tulis) RFID tag tidak dibatasi garis pandang seperti pada barcode reader (dengan menggunakan contactless barcode reader) bahkan harus menyentuh seperti magnetic stripes dan
untuk tipe UHF tag ,jarak jangkau pembacaan dapat mencapai 5 meter
4. Ketahanan data dan kecepatan proses yang lebih tinggi
Ketahanan data RFID tag lebih tinggi karena tidak dapat rusak karena faktor magnet luar atau gambar barcode yang mulai kusam, selain itu waktu proses data dalam RFID tag lebih cepat.
5. Pengembangan yang lebih mudah dan fleksible
RFID pada dasarnya adalah memory, sehingga dapat dikembangkan untuk biometrik, micro payment, dan pengembangan yang lebih luas lagi.
Berikut gambaran / skenario aplikasi RFID di Perpustakaan :



Semua item koleksi perpustakaan diberi RFID tag berupa smart label/sticker ,  proses sirkulasi item menggunakan self checkout kiosk dan dikembalikan menggunakan self book return kiosk pun masih bisa dilayani manual menggunakn RFID reader. Proses pengaturan buku dan stock opname menggunakan portabel RFID reader. Akses masuk ke perpustakaan menggunakan pintu putar atau barrier gate sehingga fasilitas perpustakaan hanya dapat dimanfaat oleh orang yang berhak dan berkepentingan saja.

Teknologi RFID untuk Perpustakaan

RFID (Radio Frequency Identification) adalah teknologi identifikasi berbasis gelombang radio. Teknologi ini mampu mengidentifikasi berbagai objek secara simultan tanpa diperlukan kontak langsung (atau dalam jarak pendek). RFID dikembangkan sebagai pengganti atau penerus teknologi barcode. Implementasi RFID secara efektif digunakan pada lingkungan manufaktur atau industri dimana diperlukan akurasi dan kecepatan identifikasi objek dalam jumlah yang besar serta berada di area yang luas.
      Implementasi RFID di Indonesia, khususnya dalam bidang perpustakaan, masih tergolong sangat baru. Oleh karena itu, implementasi RFID ini akan memberikan nilai ekslusivitas serta publikasi yang tinggi, selain juga akan mewujudkan revolusi dalam manajemen perpustakaan modern. Implementasi RFID pada sektor perpustakaan tengah menjadi trend. RFID memberikan keunggulan yang signifikan bila dibandingkan dengan teknologi barcode. Keunggulan utama adalah pada meningkatnya kualitas pelayanan serta penghematan biaya operasional tenaga petugas perpustakaan.
Dengan demikian bahwa terlihat RFID di perpustakan sangat bermanfaat dan berguna bagi peningkatan kualitas pelayanan informasi unuk seluruh civitas akademika yang ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bahkan akan mengurangi beban petugas perpustakaan sehingga para petugas perpustakan yang terdiri dari pustakawan tersbut akan bisa mengembangkan dirinya untuk meningkatkan kualitas kompetensi profesi mereka.
     Namun ketika kita menengok kebelakang dalam penerapan RFID di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, terjadi banyak kendala yang harus di lalui oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Berbagai macam syarat dan aturan baku yang harus disiapkan ketika kita akan menggunakan fasilitas RFID untuk meningkatkan layanan kepada pemustaka di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.
Menurut Christian, 2009, mengatakan bahwa sayang sekali teknologi canggih RFID harus bentrok dengan sistem informasi perpustakaan yang ada di Indonesia, termasuk juga di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Teknologi RFID hanya melakukan komunikasi dengan sistem informasi dalam bahasa percakapan protokol SIP/2. Sistem informasi perpustakaan harus dimodifikasi untuk dapat mendengar percakapan SIP/2 dari RFID device. Disamping itu juga, Sayang nya hampir semua software sistem informasi perpustakaan dibuat dari bahasa pemrograman web yang dijalankan oleh server, sedangkan untuk dapat melakukan percakapan protocol otomatis software sistem informasi perpustakaan harus menjadi server. [http://www.pemustaka.com/teknologi-rfid-untuk-perpustakaan.html#ixzz1sIajQlHh]
Sumberhttp://www.perpusmasda.com/teknologi-rfid-untuk-perpustakaan.html

Teknologi NFC merubah Handphone menjadi Dompet


Kalau kita lihat sejarah transaksi pembayaran, awalnya dulu sebelum ada kemudahan elektronika seseorang harus mengambil uang dahulu ke bank dengan mengantre di loket sehingga sebaiknya mengambil uang untuk pemakaian selama jangka waktu tertentu mengingat usaha yang lumayan untuk mengambil sejumlah uang. Dengan adanya anjungan tunai mandiri (ATM), di mana-mana usaha untuk mengambil uang menjadi ringan sehingga seseorang cukup mengambil uang untuk jangka waktu pendek. Selain itu ATM mengurangi resiko pemegang uang dari kejahatan pencurian/perampokan/dan lain-lain karena uang yang diambil biasanya lebih sedikit jika dibandingkan dengan mengambil uang di loket bank.
    Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK), munculah alat pembayaran baru elektronika yang menjadi popular di Indonesia seperti kartu kredit dan kartu debit. Kedua jenis pembayaran tersebut menggunakan kartu pintar yang digosokkan ke terminal pembayaran di toko-toko ketika membayar. Kartu pintar dapat menggantikan uang fisik yang biasanya disimpan di dompet sehingga pengguna kartu pintar dapat terhindar dari tindak kejahatan dan juga pengguna mendapatkan kemudahan, yaitu tidak perlu mengambil uang ke bank atau ATM dan menyimpan di dompet.
Tentunya sistem pembayaran dengan kartu pintar tersebut harus memiliki sistem keamanan yang menjamin uang pengguna tidak diambil oleh pihak yang tidak berhak dan juga tidak ada pihak yang mengklaim pembayaran yang tidak pernah dilakukan pengguna. Tanpa adanya penjaminan sistem keamanan pada sistem pembayaran dengan kartu pintar, pengguna tidak akan berminat untuk menggunakannya.
     Pada saat ini, selain dompet wajib hukumnya membawa handphone dalam berpergian. Ini memberikan ide bagi inovator untuk menggabungkan dompet dan handphone. Sudah ada layanan inovatif dari mobile provider untuk melakukan pembayaran menggunakan SMS maupun mobile web. Sebuah konsorsium dari produsen-produsen raksasa handphone di dunia akhirnya bekerja sama untuk membuat produk baru untuk menggabungkan dompet dengan handphone dengan nama Near Field Communications (NFC).
Sebenarnya NFC adalah pengembangan dari teknologi kartu Radio Frequency Identification (RFID). RFID ini memiliki bentuk dan fungsi yang sama seperti kartu ATM bedanya adalah kartu RFID tidak perlu digosok (contactless) sehingga kartu RFID tidak perlu dikeluarkan dari dompet dalam proses pembayaran, pengguna cukup mendekatkan dompetnya ke terminal pembayaran atau disebut reader. Di Indonesia, kartu RFID sudah banyak digunakan, contohnya: e-Toll untuk pembayaran otomatis gerbang tol, gelang (RFID tag, bukan berbentuk kartu) yang digunakan sebagai pengganti tiket di taman-taman hiburan.
     Teknologi NFC pada handphone selangkah lebih maju daripada teknologi RFID di mana pada handphone ditanamkan NFC chip yang dapat bertindak sebagai kartu RFID dan juga sebagai reader sekaligus dengan radius jangkauan pendek (kurang dari 10 cm). Teknologi NFC pada handphone betul-betul dapat menggantikan dompet di mana dapat mengeluarkan uang dan juga menerima uang dari dan ke sesama pengguna NFC. Selain untuk pembayaran teknologi NFC dapat digunakan sebagai pengganti KTP, SIM, kartu mahasiswa, dan lain-lain, kartu absen, dan lain-lain.
Direncanakan tahun 2011 ini akan muncul berbagai produk handphone ternama yang dilengkapi teknologi NFC. Produk handphone pertama dengan teknologi NFC yang sudah dipasarkan di Eropa dan Amerika adalah Samsung Nexus S, dilengkai NFC controller chip produk NXP (Philips) yaitu PN544. Philips adalah produsen ternama untuk kartu RFID. Samsung Nexus S menggunakan sistem operasi Android versi Gingerbread yang didukung oleh Google. Google sendiri sudah mempersiapkan berbagai aplikasi untuk teknologi NFC pada handphone.
     Banyak lelucon tentang mesin cetak yang bekerja keras 24 jam penuh untuk memproduksi jumlah uang yang sangat banyak untuk mendanai pengeluaran yang sangat besar. Namun di sisi lain, penggunaan uang tunai secara fisik sedang menurun di seluruh dunia, karena pembayaran non-tunai sedang meningkat popularitasnya. Meskipun menurut para ekonom jumlah uang meningkat, jumlah uang kertas yang disimpan orang di dompet cenderung menurun. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah transaksi kartu kredit dan debit di seluruh dunia. Para analis meramalkan bahwa tiga wilayah teratas dalam pembayaran mobile adalah Timur Jauh termasuk Cina, Eropa Barat dan Amerika Serikat, yang secara keseluruhan akan menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar pembayaran mobile dalam basis transaksi kotor di tahun 2013.
School of Electrical Engineering & Informatics, Institut Teknologi Bandung, sedang giat-giatnya melakukan penelitian untuk membangun Sistem Transaksi Menggunakan Mobile Phone dan Teknologi NFC dengan bantuan dana dari Program Insentif, Kementrian Negara Riset dan Teknologi. NFC Research Group pun telah dibentuk. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem transaksi dengan teknologi NFC pada handphone untuk micropayment (pembayaran dengan jumlah kecil, contohnya: angkot, warung, kantin, dan lain-lain) dan macropayment (pembayaran dengan jumlah lebih besar, contohnya: supermarket, minimarket, restoran, berbagai toko, dan lain-lain).
     Sistem transaksi ini haruslah sangat aman untuk pengguna, penjual, dan industri keuangan sehingga uang pengguna tidak dapat berkurang/bertambah tidak semestinya; penjual mendapatkan uang pembayarannya yang seharusnya; dan industri keuangan tidak kehilangan uangnya dan tidak harus membayar yang tidak semestinya. Mari sambut kehadiran teknologi NFC untuk kemakmuran bersama.(KOMPAS.com)

Well, demikianlah pengulasan artikel berikut :) wew, akhirnyaaahh :) Semoga bermanfaat yah para pemirsaaa :) Jazakumullahu khairan katsira :) Sekian bahasan dari ane, selamat beraktifitas dan samfay berzumfa kembfali di efisode tugas berikutnya "takberharaptugasngebloglagisihsebenernya :)) ampungg kakaanyaaa". Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. MARIKI'DI' :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar