Alohaa para pembaca yang dirahmati ALLAH SWT. Jumpa lagi bersama ane si
Sebelum ane mulai mengulas artikel yang berikutnya maka hal-hal awal yang harus diketahui adalah bahwa konsep trend tekno terkini yang dimaksudkan oleh Kakak Dosen "Reza Maulana (RezaMaulanaM) on Twitter", yakni berupa seperti : Cloud Computing, Ubiquitos Computing, Ambient Computing, RFID (Radio Frequency IDentification), Framework, Augmentd Reality, dkk nya lagi..
Wokeeh, untuk mempersingkat waktu maka langsung saja kepada ulasan pembahasan artikel yang dimaksudkan "semoga hal ini sudah benar adanya #asmywish aamiin", etapi pada kesempatan ini sepertinya ane cuma membahas tentang beberapa penggunaan RFID #disadurdariberbagaisumbersih dan untuk lebih lanjutnya lagi, silakan nanti berjelajah langsung di dunia pergooglean saja yah :))
Selamat membaca... :)
WAW! Teknologi Baru Pelacak Isi Perut
Kolom-Inspirasi, Jakarta - Teknologi RFID telah diterapkan pada
berbagai perangkat elektronik. Dan kini RFID dapat melacak isi perut
Anda.
Radio-frequency identification (RFID) adalah teknologi yang menggunakan gelombang radio untuk mentransfer data atau informasi suatu benda untuk tujuan identifikasi.
Tapi sekarang RFID dapat memindai saluran pencernaan Anda dan mengidentifikasi apapun yang Anda makan serta seluruh proses pencernaan yang terjadi.
Bentuknya adalah chip tanpa baterai atau sirkuit, yang jika didekatkan dengan alat pembaca RFID, maka alat ini akan menampilkan kode identifikasi.
Ukurannya kecil dan dapat ditelan. Jika Anda menelan chip ini, ia akan terurai asam perut Anda, dan menjadi logam yang tidak berbahaya bagi tubuh.
Teknologi RFID ini diterapkan dalam NutriSmart, sebuah konsep pemindaian alat pencernaan yang berfungsi melacak nilai nutrisi atau alergi terhadap makanan tertentu.
Alat ini bermanfaat mengingatkan Anda berapa banyak gula atau lemak jenuh yang telah Anda konsumsi. Datanya identifikasinya dapat Anda ketahui dengan mudah, dikirim ke ponsel atau dicetak di atas kertas. Dengan alat ini, Anda akan semakin sadar kesehatan. [inilahdotcom-mor]
Sumber : http://kolom-inspirasi.blogspot.com/waw-teknologi-baru-pelacak-isi-perut.html
Radio-frequency identification (RFID) adalah teknologi yang menggunakan gelombang radio untuk mentransfer data atau informasi suatu benda untuk tujuan identifikasi.
Tapi sekarang RFID dapat memindai saluran pencernaan Anda dan mengidentifikasi apapun yang Anda makan serta seluruh proses pencernaan yang terjadi.
Bentuknya adalah chip tanpa baterai atau sirkuit, yang jika didekatkan dengan alat pembaca RFID, maka alat ini akan menampilkan kode identifikasi.
Ukurannya kecil dan dapat ditelan. Jika Anda menelan chip ini, ia akan terurai asam perut Anda, dan menjadi logam yang tidak berbahaya bagi tubuh.
Teknologi RFID ini diterapkan dalam NutriSmart, sebuah konsep pemindaian alat pencernaan yang berfungsi melacak nilai nutrisi atau alergi terhadap makanan tertentu.
Alat ini bermanfaat mengingatkan Anda berapa banyak gula atau lemak jenuh yang telah Anda konsumsi. Datanya identifikasinya dapat Anda ketahui dengan mudah, dikirim ke ponsel atau dicetak di atas kertas. Dengan alat ini, Anda akan semakin sadar kesehatan. [inilahdotcom-mor]
Sumber : http://kolom-inspirasi.blogspot.com/waw-teknologi-baru-pelacak-isi-perut.html
Teknologi RFID dengan Kategori Teknologi Perpustakaan
Aplikasi System Teknologi Berbasis RFID pada Perpustakaan
RFID adalah singkatan dari Radio Frequency Identification yang secara
umum terdiri dari 2 bagian yaitu RFID tag dan RFID reader. RFID Tag
(biasanya juga disebut transponder) berisi microchip dengan memory
terbatas dan antenna micostrip, berfungsi menyimpan ID dan informasi yg
terbatas. Bentuk RFID tag banyak sekali mulai dari kartu plastik
(seperti kartu ATM), gantungan kunci, stiker, sampai micro capsule yang
disuntikkan ke badan hewan ternak. RFID reader juga beragam bentuk dan
keperluannya. RFID reader ini menangkap dan mengubah gelombang radio
dari tag RFID dengan jarak tertentu, mengolah dengan atau tanpa bantuan
komputer menjadi informasi digital yang berguna. Standard RFID bermacam –
macam, Mifare, Desfire, JCOB, ICODE SLI, dsb. Setiap aplikasi tersedia
standard RFID yang cocok.
Saat ini Teknologi RFID
telah mencapai taraf “mature technology ” yaitu teknologi yang
berkembang dengan baik dan matang. Kemampuan daya tahan , kehandalan (reliability)
teknologi ini dapat dengan cepat di implementasikan pada institusi
pendidikan yang telah berjalan dalam waktu lama (existing system)
ataupun yang baru berjalan (new system).
Performa dan kinerja proses administrasi dan pendidikan serta merta lebih efektif, efisien dan meningkat, dibarengi dengan meningkatnya image institusi pengguna teknologi / system berbasis RFID, sebagai institusi yang mengerti dan menerapkan teknologi tinggi.
Performa dan kinerja proses administrasi dan pendidikan serta merta lebih efektif, efisien dan meningkat, dibarengi dengan meningkatnya image institusi pengguna teknologi / system berbasis RFID, sebagai institusi yang mengerti dan menerapkan teknologi tinggi.
Secara umum dibandingkan dengan teknologi barcode dan pita magnetik, teknologi RFID memiliki keunggulan sbb :
1. Keamanan yang lebih tinggi
Setiap RFID tag memiliki password / pin utk akses memori, bahkan untuk RFID yang lebih advance disediakan proses enkripsi/ penyandian-pengkodean secara mandiri dalam setiap tagnya
2. Memori yang lebih besar
RFID tag berbahan dasar silikon yang memang dapat menjadi media penyimpan yang effektif dan besar dibanding media gambar garis (barcode) atau media magnet (magnetic stripes)
3. Kemampuan akses dalam posisi yang lebih jauh dan baik
Jarak proses (baca dan tulis) RFID tag tidak dibatasi garis pandang seperti pada barcode reader (dengan menggunakan contactless barcode reader) bahkan harus menyentuh seperti magnetic stripes dan
untuk tipe UHF tag ,jarak jangkau pembacaan dapat mencapai 5 meter
4. Ketahanan data dan kecepatan proses yang lebih tinggi
Ketahanan data RFID tag lebih tinggi karena tidak dapat rusak karena faktor magnet luar atau gambar barcode yang mulai kusam, selain itu waktu proses data dalam RFID tag lebih cepat.
5. Pengembangan yang lebih mudah dan fleksible
RFID pada dasarnya adalah memory, sehingga dapat dikembangkan untuk biometrik, micro payment, dan pengembangan yang lebih luas lagi.
1. Keamanan yang lebih tinggi
Setiap RFID tag memiliki password / pin utk akses memori, bahkan untuk RFID yang lebih advance disediakan proses enkripsi/ penyandian-pengkodean secara mandiri dalam setiap tagnya
2. Memori yang lebih besar
RFID tag berbahan dasar silikon yang memang dapat menjadi media penyimpan yang effektif dan besar dibanding media gambar garis (barcode) atau media magnet (magnetic stripes)
3. Kemampuan akses dalam posisi yang lebih jauh dan baik
Jarak proses (baca dan tulis) RFID tag tidak dibatasi garis pandang seperti pada barcode reader (dengan menggunakan contactless barcode reader) bahkan harus menyentuh seperti magnetic stripes dan
untuk tipe UHF tag ,jarak jangkau pembacaan dapat mencapai 5 meter
4. Ketahanan data dan kecepatan proses yang lebih tinggi
Ketahanan data RFID tag lebih tinggi karena tidak dapat rusak karena faktor magnet luar atau gambar barcode yang mulai kusam, selain itu waktu proses data dalam RFID tag lebih cepat.
5. Pengembangan yang lebih mudah dan fleksible
RFID pada dasarnya adalah memory, sehingga dapat dikembangkan untuk biometrik, micro payment, dan pengembangan yang lebih luas lagi.
Berikut gambaran / skenario aplikasi RFID di Perpustakaan :
Teknologi RFID untuk Perpustakaan
RFID (Radio Frequency Identification)
adalah teknologi identifikasi berbasis gelombang radio. Teknologi ini
mampu mengidentifikasi berbagai objek secara simultan tanpa diperlukan
kontak langsung (atau dalam jarak pendek). RFID dikembangkan sebagai
pengganti atau penerus teknologi barcode. Implementasi RFID secara
efektif digunakan pada lingkungan manufaktur atau industri dimana
diperlukan akurasi dan kecepatan identifikasi objek dalam jumlah yang
besar serta berada di area yang luas.
Implementasi RFID di Indonesia, khususnya dalam bidang perpustakaan, masih tergolong sangat baru. Oleh karena itu, implementasi RFID ini akan memberikan nilai ekslusivitas serta publikasi yang tinggi, selain juga akan mewujudkan revolusi dalam manajemen perpustakaan modern. Implementasi RFID pada sektor perpustakaan tengah menjadi trend. RFID memberikan keunggulan yang signifikan bila dibandingkan dengan teknologi barcode. Keunggulan utama adalah pada meningkatnya kualitas pelayanan serta penghematan biaya operasional tenaga petugas perpustakaan.
Dengan demikian bahwa terlihat RFID di perpustakan sangat bermanfaat dan berguna bagi peningkatan kualitas pelayanan informasi unuk seluruh civitas akademika yang ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bahkan akan mengurangi beban petugas perpustakaan sehingga para petugas perpustakan yang terdiri dari pustakawan tersbut akan bisa mengembangkan dirinya untuk meningkatkan kualitas kompetensi profesi mereka.
Implementasi RFID di Indonesia, khususnya dalam bidang perpustakaan, masih tergolong sangat baru. Oleh karena itu, implementasi RFID ini akan memberikan nilai ekslusivitas serta publikasi yang tinggi, selain juga akan mewujudkan revolusi dalam manajemen perpustakaan modern. Implementasi RFID pada sektor perpustakaan tengah menjadi trend. RFID memberikan keunggulan yang signifikan bila dibandingkan dengan teknologi barcode. Keunggulan utama adalah pada meningkatnya kualitas pelayanan serta penghematan biaya operasional tenaga petugas perpustakaan.
Dengan demikian bahwa terlihat RFID di perpustakan sangat bermanfaat dan berguna bagi peningkatan kualitas pelayanan informasi unuk seluruh civitas akademika yang ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bahkan akan mengurangi beban petugas perpustakaan sehingga para petugas perpustakan yang terdiri dari pustakawan tersbut akan bisa mengembangkan dirinya untuk meningkatkan kualitas kompetensi profesi mereka.
Namun ketika kita menengok kebelakang
dalam penerapan RFID di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, terjadi banyak
kendala yang harus di lalui oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta. Berbagai macam syarat dan aturan baku yang harus disiapkan
ketika kita akan menggunakan fasilitas RFID untuk meningkatkan layanan
kepada pemustaka di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.
Menurut Christian, 2009, mengatakan bahwa sayang sekali teknologi canggih RFID harus bentrok dengan sistem informasi perpustakaan yang ada di Indonesia, termasuk juga di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Teknologi RFID hanya melakukan komunikasi dengan sistem informasi dalam bahasa percakapan protokol SIP/2. Sistem informasi perpustakaan harus dimodifikasi untuk dapat mendengar percakapan SIP/2 dari RFID device. Disamping itu juga, Sayang nya hampir semua software sistem informasi perpustakaan dibuat dari bahasa pemrograman web yang dijalankan oleh server, sedangkan untuk dapat melakukan percakapan protocol otomatis software sistem informasi perpustakaan harus menjadi server. [http://www.pemustaka.com/teknologi-rfid-untuk-perpustakaan.html#ixzz1sIajQlHh]
Menurut Christian, 2009, mengatakan bahwa sayang sekali teknologi canggih RFID harus bentrok dengan sistem informasi perpustakaan yang ada di Indonesia, termasuk juga di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Teknologi RFID hanya melakukan komunikasi dengan sistem informasi dalam bahasa percakapan protokol SIP/2. Sistem informasi perpustakaan harus dimodifikasi untuk dapat mendengar percakapan SIP/2 dari RFID device. Disamping itu juga, Sayang nya hampir semua software sistem informasi perpustakaan dibuat dari bahasa pemrograman web yang dijalankan oleh server, sedangkan untuk dapat melakukan percakapan protocol otomatis software sistem informasi perpustakaan harus menjadi server. [http://www.pemustaka.com/teknologi-rfid-untuk-perpustakaan.html#ixzz1sIajQlHh]
Teknologi NFC merubah Handphone menjadi Dompet
Kalau
kita lihat sejarah transaksi pembayaran, awalnya dulu sebelum ada
kemudahan elektronika seseorang harus mengambil uang dahulu ke bank
dengan mengantre di loket sehingga sebaiknya mengambil uang untuk
pemakaian selama jangka waktu tertentu mengingat usaha yang lumayan
untuk mengambil sejumlah uang. Dengan adanya anjungan tunai mandiri
(ATM), di mana-mana usaha untuk mengambil uang menjadi ringan sehingga
seseorang cukup mengambil uang untuk jangka waktu pendek. Selain itu ATM
mengurangi resiko pemegang uang dari kejahatan pencurian/perampokan/dan
lain-lain karena uang yang diambil biasanya lebih sedikit jika
dibandingkan dengan mengambil uang di loket bank.
Dengan
berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK), munculah alat
pembayaran baru elektronika yang menjadi popular di Indonesia seperti
kartu kredit dan kartu debit. Kedua jenis pembayaran tersebut
menggunakan kartu pintar yang digosokkan ke terminal pembayaran di
toko-toko ketika membayar. Kartu pintar dapat menggantikan uang fisik
yang biasanya disimpan di dompet sehingga pengguna kartu pintar dapat
terhindar dari tindak kejahatan dan juga pengguna mendapatkan kemudahan,
yaitu tidak perlu mengambil uang ke bank atau ATM dan menyimpan di
dompet.
Tentunya
sistem pembayaran dengan kartu pintar tersebut harus memiliki sistem
keamanan yang menjamin uang pengguna tidak diambil oleh pihak yang tidak
berhak dan juga tidak ada pihak yang mengklaim pembayaran yang tidak
pernah dilakukan pengguna. Tanpa adanya penjaminan sistem keamanan pada
sistem pembayaran dengan kartu pintar, pengguna tidak akan berminat
untuk menggunakannya.
Pada
saat ini, selain dompet wajib hukumnya membawa handphone dalam
berpergian. Ini memberikan ide bagi inovator untuk menggabungkan dompet
dan handphone. Sudah ada layanan inovatif dari mobile provider untuk
melakukan pembayaran menggunakan SMS maupun mobile web. Sebuah
konsorsium dari produsen-produsen raksasa handphone di dunia akhirnya
bekerja sama untuk membuat produk baru untuk menggabungkan dompet dengan
handphone dengan nama Near Field Communications (NFC).
Sebenarnya
NFC adalah pengembangan dari teknologi kartu Radio Frequency
Identification (RFID). RFID ini memiliki bentuk dan fungsi yang sama
seperti kartu ATM bedanya adalah kartu RFID tidak perlu digosok
(contactless) sehingga kartu RFID tidak perlu dikeluarkan dari dompet
dalam proses pembayaran, pengguna cukup mendekatkan dompetnya ke
terminal pembayaran atau disebut reader. Di Indonesia, kartu RFID sudah
banyak digunakan, contohnya: e-Toll untuk pembayaran otomatis gerbang
tol, gelang (RFID tag, bukan berbentuk kartu) yang digunakan sebagai
pengganti tiket di taman-taman hiburan.
Teknologi
NFC pada handphone selangkah lebih maju daripada teknologi RFID di mana
pada handphone ditanamkan NFC chip yang dapat bertindak sebagai kartu
RFID dan juga sebagai reader sekaligus dengan radius jangkauan pendek
(kurang dari 10 cm). Teknologi NFC pada handphone betul-betul dapat
menggantikan dompet di mana dapat mengeluarkan uang dan juga menerima
uang dari dan ke sesama pengguna NFC. Selain untuk pembayaran teknologi
NFC dapat digunakan sebagai pengganti KTP, SIM, kartu mahasiswa, dan
lain-lain, kartu absen, dan lain-lain.
Direncanakan
tahun 2011 ini akan muncul berbagai produk handphone ternama yang
dilengkapi teknologi NFC. Produk handphone pertama dengan teknologi NFC
yang sudah dipasarkan di Eropa dan Amerika adalah Samsung Nexus S,
dilengkai NFC controller chip produk NXP (Philips) yaitu PN544. Philips
adalah produsen ternama untuk kartu RFID. Samsung Nexus S menggunakan
sistem operasi Android versi Gingerbread yang didukung oleh Google.
Google sendiri sudah mempersiapkan berbagai aplikasi untuk teknologi NFC
pada handphone.
Banyak
lelucon tentang mesin cetak yang bekerja keras 24 jam penuh untuk
memproduksi jumlah uang yang sangat banyak untuk mendanai pengeluaran
yang sangat besar. Namun di sisi lain, penggunaan uang tunai secara
fisik sedang menurun di seluruh dunia, karena pembayaran non-tunai
sedang meningkat popularitasnya. Meskipun menurut para ekonom jumlah
uang meningkat, jumlah uang kertas yang disimpan orang di dompet
cenderung menurun. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah transaksi
kartu kredit dan debit di seluruh dunia. Para analis meramalkan bahwa
tiga wilayah teratas dalam pembayaran mobile adalah Timur Jauh termasuk
Cina, Eropa Barat dan Amerika Serikat, yang secara keseluruhan akan
menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar pembayaran mobile dalam
basis transaksi kotor di tahun 2013.
School
of Electrical Engineering & Informatics, Institut Teknologi
Bandung, sedang giat-giatnya melakukan penelitian untuk membangun Sistem
Transaksi Menggunakan Mobile Phone dan Teknologi NFC dengan bantuan
dana dari Program Insentif, Kementrian Negara Riset dan Teknologi. NFC
Research Group pun telah dibentuk. Tujuan dari penelitian ini adalah
menghasilkan sistem transaksi dengan teknologi NFC pada handphone untuk
micropayment (pembayaran dengan jumlah kecil, contohnya: angkot, warung,
kantin, dan lain-lain) dan macropayment (pembayaran dengan jumlah lebih
besar, contohnya: supermarket, minimarket, restoran, berbagai toko, dan
lain-lain).
Sistem
transaksi ini haruslah sangat aman untuk pengguna, penjual, dan
industri keuangan sehingga uang pengguna tidak dapat berkurang/bertambah
tidak semestinya; penjual mendapatkan uang pembayarannya yang
seharusnya; dan industri keuangan tidak kehilangan uangnya dan tidak
harus membayar yang tidak semestinya. Mari sambut kehadiran teknologi
NFC untuk kemakmuran bersama.(KOMPAS.com)
Well, demikianlah pengulasan artikel berikut :) wew, akhirnyaaahh :) Semoga bermanfaat yah para pemirsaaa :) Jazakumullahu khairan katsira :)
Sekian bahasan dari ane, selamat beraktifitas dan samfay berzumfa kembfali di
efisode tugas berikutnya "takberharaptugasngebloglagisihsebenernya :))
ampungg kakaanyaaa". Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. MARIKI'DI' :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar